MAGELANG – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Provinsi Jawa Tengah siap mengukir sejarah baru dalam pengelolaan fasilitas publik. Pada Senin (11/05/2026), Terminal Tidar Magelang secara resmi meluncurkan program “Go Green Terminal Tidar”, sebuah inisiatif ambisius untuk mengubah wajah terminal menjadi kawasan yang lebih hijau, bersih, dan bebas sampah.
Acara peluncuran ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono. Kehadiran orang nomor satu di Kota Magelang tersebut menegaskan kuatnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
Salah satu poin paling menarik dari program ini adalah skema pembiayaannya. Program Go Green Terminal Tidar tercatat sebagai program pertama yang dijalankan tanpa menggunakan anggaran APBN. Seluruh pendanaan, mulai dari penghijauan hingga pengadaan alat kebersihan, bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN, perusahaan swasta, hingga kontribusi para pelaku usaha di lingkungan terminal.
“Program ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata dengan target pencapaian yang terukur dalam waktu satu tahun,” tulis pihak BPTD Kelas I Jawa Tengah dalam keterangannya.
Untuk mencapai target tersebut, BPTD telah merancang strategi komprehensif yang mencakup dua aspek utama:
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai stakeholder, Program Go Green Terminal Tidar diharapkan tidak hanya berhenti di Magelang. Keberhasilan program ini diproyeksikan menjadi pilot project atau percontohan bagi terminal tipe A lainnya di seluruh Provinsi Jawa Tengah.
Filosofi “rencana dan aksi yang berjalan beriringan” menjadi motor penggerak tim di lapangan. Melalui semangat kolaborasi ini, Terminal Tidar optimis dalam satu tahun ke depan akan bertransformasi menjadi pusat transportasi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga indah dan nyaman bagi setiap penumpang.
