HUMAS TERMINAL TIDAR, MAGELANG – Ribuan orang mengunjungi Terminal Tipe A Tidar Magelang pada hari Kamis 7 Desember 2023 dengan tujuan ingin melihat lebih dekat bus-bus yang dipamerkan di Terminal Tidar Magelang. Sebanyak 17 kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) dari 15 perusahaan otobus (PO) di Indonesia dipamerkan di Terminal Tipe A Kota Magelang, Kamis (7/12/2023). Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk mensosialisasikan Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Bpk. Toni Tauladan, menyampaikan latar belakang diselenggarakan acara ini yaitu untuk menggeliatkan angkutan umum khususnya bus AKAP dan AKDP. Terlebih, sektor transportasi nasional sempat dihantam pandemi dalam beberapa tahun terakhir. Waktu itu banyak pengusaha angkutan umum yang tidak bisa bertahan dan terpaksa harus mengalihkan bisnisnya ataupun mengalami kebangkrutan. Hal tersebut berakibat terminal menjadi sepi karena tidak ada penumpang sehingga kios, pedagang dan agen turut terdampak.
Selain itu, pelaksanaan GNKAU juga bertujuan untuk membranding Terminal Tipe A Tidar Magelang, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga di sana. Dalam Kegiatan yang diselenggarakan di Terminal Tidar Magelang terdapat 5 (lima) kegiatan utama yang dilaksanakan di hari tersebut, meliputi pesta dan bazar durian lokal Magelang, Pameran bus AKAP/AKDP, pameran teknologi perlengkapan jalan, city tour dengan bus AKAP/AKDP, serta launching wesite terminal tidar (www.terminaltidar.id) dengan hiburan pertunjukan kesenian warok dan soreng dari group kesenian Eko Wargo Rukun, Desa Gejagan, Kec.Pakis, Kab. Magelang.
Kepala Terminal Tidar Tipe A Kota Magelang, Bpk. Aris Mujiono, mengatakan berbagai macam kegiatan yang digelar diharapkan dapat menghidupkan perekonomian warga di sekitar terminal. Dikarenakan kondisi di terminal tergolong sepi sehingga diperlukan kegiatan alternatif untuk menarik kunjungan warga selain penumpang. “Dengan kedatangan warga ke terminal akan meningkatkan perputaran ekonomi di sana,” ujarnya. Selain melihat pameran bus, pengunjung juga dapat mengikuti bus city tour atau wisata keliling kota menggunakan bus dengan durasi sekitar satu jam. Rute city tour melintasi Palbapang, Candi Mendut, Sawitan, Blondo, dan kembali ke terminal. “Tujuannya saya ingin membranding terminal dan mempromosikan angkutan umum,” katanya.